Senin, 30 Oktober 2017

Penanganan Kelahiran

Balada Pria Panggilan (BPP) part. 48
Kelahiran (Post Partus Handling)

Bagi beberapa peternak yang bergerak di pembiakan atau breeding masalah penanganan pasca kelahiran sudah bukan lagi menjadi masalah, namun ada baiknya kita bahas bersama lagi untuk menjadi bahan pembelajaran bagi yang belum memahami penanganan post partus pada ternak.

Penanganan post pastus adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian pada ternak indukan dan ternak cempe/anakan.Setiap kegiatan yang dilakukan dalam penanganan post partus seyogyanya adalah untuk memastikan induk dan cempe "aman", dalam hal ini aman secara kesehatan dari kemungkinan infeksi yang kadangkala meenyebabkan kematian.

Penanganan post partus yang memadai akan mampu meningkatkan angka kuaitas hidup induk dan cempe/anakan.

Penanganan Post PArtus meliputi penanganan pada induk dan penanganan pada cempe/anakan:

1. Penanganan pada induk

setelah cempe dilahirkan, pastikan beberapa hal berikut:

- plasenta atau ari-ari telah keluar semua bagiannya, maksimal 6 jam setelah lahirnya cempe/anakan maka plasenta harus sudah keluar. Injeksi oksitosin bisa dilakukan untuk membantu induk yang mengalami kesulitan mengeluarkan plasenta. teknis memberikan pemberat pada ujung plasenta juga bisa dilakukan.

- pastikan untuk segera membersihkan bagian kemaluan dan sekitarnya dari indukan atau memastikan keringbagian belakang indukan. Ini penting untuk mencegah adanya infiltrasi lalat untuk bertelur di sisa-sisa darah atau lendir yang masih menempel di bagian belakang indukan. Teknis yang dapat dilakukan adalah memandikan bagian belakang tubuh induk menggunakan detergen dan segera di jemur. Teknis lainnya adalah melumuri bagian kemaluan indukan dan sekitarnya menggunakan bubuk/serbuk anti serangga atau menggunakan abu sisa pembakaran.

- lakukan proses pembersihan tubuh bagian belakang indukan atau pengeringan setiap kali terlihat adanya pengeluaran darah atau lendir selama masa nifas. Teknisnya seperti cara di atas. Hakikatnya adalah bagaimana caranya agar bisa memastikan lalat tidak menempel dan bertelur di area tersebut.

- segera dekatkan kepada cempe/anakan untuk inisiasi menyusui dini dan pengenalan induk-anak dengan proses menjilati cempe oleh indukan. Pada beberapa kasus kolostrum dapat diperah dan ditampung dalam botol2 untuk selanjutnya di dotkan pada cempe/anakan.

- pada kasus induk yang sifat keibuannya rendah, proses menusukan bisa dikajukan dengan mengikat terlebih dulu si induk sehingga cempe mudah untuk disusukan atau pun menyusu.

 

2. Penanganan pada Cempe/anakan

- pastikan untuk memperpendek/memotong ukuran pusar cempe menjadi maksimal 7-10cm panjangnya jika pada saat lahir pusar masih terlalu panjang.

- segera lakukan proses sterilisasi pusar untuk mencegah infiltrasi bakteri/kuman yang dapat menyebabkan tetanus. teknisnya dengan melumurinya menggunakan abu sisa pembakaran atau dengan menyemprotkan antiseptik hingga ke dalam saluran pusar secara berkala hingga pusar mengering. Secara prinsip/hakikatnya adalah menutup/melapisi lubang pusar yang tersisa sehingga bakteri/kuman tidak bisa masuk.

- tempatkan cempe/anakan pada alas yang kering, kemudian kelupas sedikit permukaan tracak (kuku kaki yg berwarna putih susu) untuk memudahkan cempe menapakkan kaki ketika belajar berdiri dan berjalan mengelupas tracak adalah opsional, bisa dilakukan ataupun tidak dilakukan.

- bersihkan lubang kumlah (mulut, hidung, telinga, mata) dari lendir2 sisa kelahiran, jangan terlalu bersih untuk memberikan kesempatan pada induk melakukan proses pengenalan induk-anak dengan menjilatinya.

- kolostrum (susu awal) dari indukan wajib segera diberikan baik dengan cara menyusu sendiri atau dengan di dot oleh pemelihara. Minimal selama 7 hari kolostrum harus diperoleh oleh cempe karena ini terkait dengan pembentukan antibodi, ketahanan tubuh dan proses mencaharkan kotoran yg mengeras dalam perut cempe selama di dalam kandungan.

- Jika diperlukan, pada kondisi tertentu cempe bisa ditempatkan pada ruang pemanas (inkubator) untuk mendukung daya hidupnya.

#salamternak kapten.....

Lukman Farmer & Co.
Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan
Cp. 081808153767 - 085640954548 (WA)
IG: lukman_farmer

Mail:
1. lukmanpeternak@gmail.com ;
2. akhmadlukman@yahoo.com
Site:
binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

Kamis, 19 Oktober 2017

PAKAN TERNAK alias FEED

Balada Pria Panggilan (BPP) part. 47
Pakan Ternak / Feed

Secara terminologi pakan dan makanan adalah berbeda. Pakan adalah istilah untuk makanan ternak/hewan, sedang makanan adalah adalah untuk manusia.
Ciri utama pakan ada beberapa, dan  salah satu yang perlu jadi perhatian kita adalah "dalam pemanfaatannya tidak bersaing dengan manusia". Yang artinya saat bahan tersebut  masih layak sebagai makanan, tidak diperbolehkan untuk dijadikan pakan.

Pakan secara garis besar hanya terdiri dari 2 macam:
A. Hijauan
B. Pakan Tambahan/Penguat

A. Hijauan;
Dicirikan dengan kandungan serat kasarnya yang tinggi, biasanya berupa rerumputan, tanaman kacang²an, dan ramban (perdu dan pohon). Bentuk fisik yang bisa diberikan pada ternak adalah daun, tangkai, batang.
- hewan ternak pada prinsipnya mau mengkonsumsi semua jenis hijauan. (Kecuali 4 jenis daun ........)
- semua jenis tanaman memiliki zat antinutrisinya masing-masing, jadi harus bijak dalam perlakuan sehingga tidak meracuni hewan ternak kita. Ada beberapa teknis untuk meminimalisir dan atau menghilangkan zat antinutrisi pada hijauan.
- antinutrisi pada hijauan bekerja secara kumulatif, artinya butuh dalam jumlah tertentu untuk akhirnya bisa meracuni hewan ternak kita. Itulah kenapa dalam sekelompok ternak mungkin hanya ada 1-2 ternak yg keracunan sementara yg lain tidak keracunan.
- proses pengeringan atau pelayuan pada hijauan tidak menurunkan nilai gizi hijauan tersebut. Malah menguntungkan karena konsumsi air oleh ternak bisa lebih optimal.
- meski hijauan tersebut telah berubah warna karena pelayuan/pengeringan, namanya tetap hijauan. Contoh: jerami kacang²an meski telah berwarna coklat karena kering namanya tetap hijauan, jerami padi kering namanya tetap hijauan, jerami kangkung kering namanya tap hijauan.
Pun dengan proses silase, hasilnya tetap dinamakan hijauan , kecuali hasil dari proses fermentasi.
- Ketika pakan utama ternak kita adalah pakan fermentasi, maka Hijauan harus tetap diberikan minimal 25% dari total pemberian pakan harian tersebut.

Hijauan berdasarkan kualitasnya:
1. Kelompok hijauan berkualitas rendah dengan karakteristik:
 Kandungan protein kasar hijauan di bawah 4% dari bahan kering.
 Kandungan energi di bawah 40% TDN dari bahan kering.
 Sedikit atau tidak ada vitamin.
 Hijauan yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya jerami padi, jerami jagung dan
pucuk daun tebu.

2. Kelompok hijauan berkualitas sedang dengan karakteristi:
 Kandungan protein kasar berkisar antara 5 - 10% dari bahan kering.
 Kandungan energi TDN berkisar antara 41 - 50% dari bahan kering.
 Kandungan kalsium 0,3%.
 hijauan yang termasuk dalam golongan ini diantaranya rumput alam, rumput lapangan,
rumput gajah, rumput benggala dan rumput kultur lainnya.

3. Kelompok hijauan yang berkualitas tinggi dengan karakteristik
 Kandungan protein kasar di atas 10% dari bahan kering.
 Kandungan energi TDN di atas 50%
 Kandungan kalsium di atas 1,0%.
 Kandungan vitamin A tinggi.
 Hijauan yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya golongan legume (daun kacang²an, Kaliandra, gliricideae, lamtoro, dll)

B. Pakan Tambahan/Penguat
Berupa pakan berprotein tinggi dan rendah
serat seperti jagung, dedak, pollard, wheat
bran, kacang-kacangan, limbah olahan biji-bijian, dll.
- Pakan tambahan bisa dikomposisikan untuk memenuhi kebutuhan ternak. Formulasinya harus memperhatikan harga, ketersediaan, kebutuhan nutrisi masing² ternak.
- Pakan tambahan biasanya difungsikan untuk memenuhi kekurangan zat nutrisi dari hijauan.
- Pemberian pakan tambahan yang hampir bersamaan waktunya dengan
pemberian hijauan berakibat pada menurunnya kecernaan bahan
kering dan bahan organik pakan.
- Pemberian konsentrat yang dilakukan minimal 1 jam sebelum pemberian
hijauan akan meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan
organik. Hal ini terjadi karena pakan tambahan/penguat yang kaya akan pati sebagian
besar sudah dicerna oleh mikroba dalam rumen .

MENINGKATKAN EFISIENSI PAKAN
Pakan adalah Cost terbesar dalam pemeliharaan (s.d 70%) ternak baik itu penggemukan, pembiakan, maupun klangenan.
Pakan yang efisien mempermudah penanganan.
Perlu disiasati dengan beberapa cara, diantaranya:
- Memperluas permukaan (cacah, tepung, dll)
- Teknologi olahan pakan (complete feed,
hay, silase, fermentasi, dll)
- Sediaan mineral (Molasses Blok, minum, bumbung bambu, dll)
- Formulasi Ransum
- Teknis pemberian pakan

#salamternak kapten.....

Lukman Farmer & Co.
Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan
Cp. 081808153767 - 085640954548 (WA)
IG: lukman_farmer

Mail:
1. lukmanpeternak@gmail.com ;
2. akhmadlukman@yahoo.com
Site:
binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

Selasa, 10 Oktober 2017

Summer is Off

Hujan sudah beberapa kali turun ditempat kami yg dekat dengan perbukitan. Mulai yg hanya gerimis selintas sampai hujan dengan intensitas agak tinggi. Bau khas apo (tahan kering yg terkena hujan) sudah berlalu sejak seminggu lalu... debu-debu sudah pergi dari permukaan dedaunan dan genteng rumah-rumah penduduk.

Alhamdulillah, musim berganti.....
Kemarau telah berganti musim hujan, pengelolaan diri dan lingkungan juga harus menyesuaikan datangnya musim hujan.

Bagi kami peternak kambing domba, perubahan musim termasuk dalam masa-masa kritis, cara men-sikapi yg salah dengan perubahan musim akan berdampak pada ternak-ternak yg dipelihara.
Menurunnya nafsu makan, suhu badan naik (demam), kembung, kelembaban tinggi, rumput dan dedaunan basah, stok pakan menipis, dan lain lain... Semuanya perlu disikapi dengan baik, tentunya dengan persiapan jauh hari sebelum pancaroba terjadi.
Kejadian yg sering terjadi saat masa kritis perubahan musim:
- stress ternak karena perubahan suhu dan kelembaban sehingga demam dan tidak mau makan
- vitalitas ternak menurun sehingga timbul flu/pilek, demam, dan kembung
- timbulnya beberapa penyakit khas musim penghujan.
- menurunnya intensitas pengawasan ternak oleh pekerja kandang, karena dingin dan hujan .
- stok pakan menipis, sediaan pakan menjadi monoton
- lalat dan serangga ada di setiap permukaan kandang
- bau kotoran ternak dan limbah kandang menjadi lebih terasa.

Lakukan sekarang tindakan yang sekiranya perlu untuk mengatasi kemungkinan kejadian yg akan terjadi di musim penghujan kali ini.

#salamternak kapten.....

Lukman Farmer & Co.
Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan
Cp. 081808153767 - 085640954548 (WA)
IG: lukman_farmer

Mail:
1. lukmanpeternak@gmail.com ;
2. akhmadlukman@yahoo.com
Site:
binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

Minggu, 17 September 2017

Abatoir & Teknik Pemotongan Ruminansia

Balada Pria Panggilan (BPP) part. 44
Abatoir & Teknik Pemotongan

Secara umum mekanisme urutan pemotongan atau penyembelihan ternak ruminansia (kambing, domba, sapi dan kerbau) di Indonesia, dibagi menjadi dua bagian, yaitu proses penyembelihan dan proses penyiapan karkas.           
 
1. Proses penyembelihan meliputi proses perlakuan sebelum pemotongan (cara menjatuhkan, restrain, dan peregangan), teknik penyembelihan (memutus 3 saluran, nafas, makan dan Vena jugular menggunakan pisau tajam) dan selanjutnya pengeluaran darah.
2. Proses penyiapan karkas meliputi  pemisahan bagian kepala dan kaki, pengulitan, pembelahan dada dan pengeluaran jeroan, pembelahan karkas, dan pendinginan karkas (rigor mortis dan chilling) .

Urutan proses adalah satu kesatuan, perlakuan pada ternak yg akan disembelih harus ikhsan.
Cara potong sembelih sudah benar, tetapi cara menjatuhkan kurang ikhsan memberi efek pada kualitas daging. Demikian sebaliknya.
Awal sampai penyiapan karkas harus se-ikhsan mungkin karena ketidak-ikhsanan pada salah satu proses adalah bentuk kedzaliman pada ternak, konsumen, dan atau penerima daging.

#salamternak kapten.....

Lukman Farmer & Co.
Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan
Cp. 081808153767 - 085640954548 (WA)
IG: lukman_farmer

Mail:
1. lukmanpeternak@gmail.com ;
2. akhmadlukman@yahoo.com
Site:
binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

Minggu, 10 September 2017

SWASEMBADA PAKAN

Balada Pria Panggilan (BPP) Part 14
-BERDIKARI PAKAN-

Perlu disadari bahwa pakan adalah 70% up dari semua biaya yg dikeluarkan dalam peternakan kita, yang berarti biaya produksi terbanyak dalam usaha ternak kita.
Perlu disadari bahwa ternak memiliki kebutuhan pakan minimal utk hidup pokok dan untuk berproduksi (serta bereproduksi).

Perlu disadari pentingnya ketersediaan pakan secara kualitas dan kuantitas.
- Ketersediaan secara kualitas berarti tercukupinya standar kebutuhan gizi ternak, sesuai dengan kondisi fisiologis nya. Biasanya dijabarkan dalam bilangan PK, SK, TDN, EM.
- ketersediaan secara kuantitas artinya tercukupinya jumlah standar yang dibutuhkan. Biasanya dijabarkan dalam bentuk kg bahan kering (BK).

Perlu disadari pentingnya berdikasi pakan untuk mensejahterakan ternak peliharaan kita. Ternak yg sejahtera (animal welfare nya terpenuhi) akan memberikan imbal balik yang optimal sesuai dengan bidang pemeliharaan yang kita pilih.

Perlu disadari ketersediaan pakan bisa diperoleh dengan 2 cara: membeli pakan atau menanam sendiri tanaman pakan.
Cara membeli ataupun cara menanam memberikan. Konsekuensinya masing-masing, maka perlu pensiasatan secara teknis untuk bisa meminimalisir jumlah pengeluaran harga dari sektor pakan.

Pakan terbaik adalah pakan yg tersedia disekitar lingkungan peternakan, mudah diperoleh, kontinyu, dan bisa diperhitungkan.
Pelajari cara-cara formulasi dan teknologi penyimpanan/pengolahan pakan untuk mengantisipasi kejadian kelangkaan pakan maupun kesulitan pemberian karena kesibukan ataupun karena alam.
Harus pula memahami bahwa semakin beragam pakan (macam pakan) yang diberikan dalam setiap kali pemberian, akan memberikan banyak manfaat ke depannya.

Tanam-tanam untuk berdikari pakan...
Beli-beli untuk berdikari pakan....

#salamternak kapten.....

Lukman Farmer & Co.
Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan
Cp. 081808153767 - 085640954548 (WA)
IG: lukman_farmer

Mail:
1. lukmanpeternak@gmail.com ;
2. akhmadlukman@yahoo.com
Site:
binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

Rabu, 26 Juli 2017

Penyerempakan Berahi Menggunakan Spons Vagina (Implan Spons Progesteron)

Penyerentakan berahi adalah usaha untuk mengatur berahi pada sekelompok
hewan-hewan betina sehingga hewan-hewan betina mengalami berahi pada waktu yang
bersamaan (Partodiharjo, 1987).

Manfaat dari penyerentakan berahi bagi peternak adalah terbentuknya suatu pola produksi dengan cara mengatur perkawinan,
penyapihan, serta penjualan ternak sesuai dengan umur dan berat yang diinginkan.
Selain itu dapat mempermudah inseminator dalam pelaksanaan IB (Mulyono, 1999).

Menurut Sri Wuwuh dan Sutiyono (1995) penyerentakan memiliki arti penting dalam
pelaksanaan inseminasi buatan (IB). Inseminasi yang dipadukan dengan penyerentakan
berahi akan mempermudah dalam memperbaiki mutu genetik dan produksi ternak secara bersamaan sehingga dalam pelaksanaannya lebih efisien.

Spons vagina merupakan salah satu cara untuk penyerentakan berahi dengan pola memperpanjang siklus berahi ternak. Dilakukan dengan memasukkan spons yang
telah dicelup larutan progesteron ke dalam vagina ternak (Partodihardjo, 1987).
Spons yang mengandung progesteron tersebut perlu dimasukkan dalam vagina domba selama 14 hari. Pada hari pengeluaran spons diakhir perlakuan, ternak akan menjadi berahi
dalam waktu 2-3 hari (Sri Wuwuh et al., 1995).

Ukuran spons vagina ternak menyesuaikan dengan jenis ternak, ukuran spons
untuk ternak besar (contoh: sapi) biasanya dengan diameter 5 cm dan tinggi 3,5 – 4 cm,
sedangkan untuk ternak kecil (contoh: kambing dan domba) dengan diameter 3 cm dan
tinggi 3,5 – 4 cm (Research Team BISMA, 2007).

PEMASANGAN SPONS VAGINA
Beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk pemasangan spons vagina:
 - Aplikator, berupa tabung dari pipa PVC yang dibuat dengan ujung agak
runcing dan telah diperhalus. Aplikator disucihamakan dengan dicuci dan dilap
dengan alkohol
 - Alat pendorong, menggunakan batang kayu tumpul yang diperhalus dan dicuci
bersih dengan panjang 2x panjang aplikator
 - Antiseptik, dioleskan pada spons untuk mencegah infeksi akibat kuman atau
bakteri
 - Alkohol, digunakan untuk mensterilkan aplikator, tangan pelaksana, bagian
luar vagina dan alat lain.
 - Pelumas, dioleskan pada aplikator untuk mempermudah masuknya spons ke
dalam vagina.
 - Kapas, dicelupkan dalam alkohol untuk membersihkan bagian luar vagina dan
mensterilkan alat.

A. Persiapan Spons Vagina
- Spons vagina diolesi dengan antiseptik (contoh: betadine salep) secukupnya
secara merata untuk membunuh atau mencegah perkembangan kuman atau
bakteri dalam vagina (untuk efisiensi biasanya pengolesan antiseptik dilakukan
pada sejumlah spons secara bersamaan terlebih dulu)

B. Persiapan Alat Dan Ternak
- Aplikator dan pendorong setelah dilap dengan alkohol, diolesi dengan pelumas
(contoh: KY Jelly dan minyak goreng)
- Ternak (kambing) dipegang dalam posisi ternak berdiri dan tidak bergerak untuk
memudahkan memasukkan aplikator
- Vagina dibersihkan dari kotoran (bila ada) dan diolesi dengan alkohol menggunakan kapas.

C. Pemasangan Spons Vagina
- Bagian luar vagina dibersihkan dengan alkohol menggunakan kapas.
- Spons yang telah diolesi antiseptik dimasukkan ke hingga ¾ bagian ujung atas
aplikator, dan bagian ujung aplikator diolesi dengan pelumas.
- Bila perlu, untuk ternak yang masih dara cobalah untuk mencari jalan masuk
vagina menggunakan 1 jari sehingga mempermudah langkah memasukkan
aplikator
- Aplikator yang berisi spons vagina dimasukkan dalam vagina kambing dan spons
didorong hingga pintu servik. (perhatian, tali nilon jangan sampai ikut masuk ke
vagina)
- Rapikan tali nilon agar mempermudah pencabutan spons vagina.
- Spons dibiarkan dalam vagina kambing selama 12-14 hari.

PENCABUTAN SPONS VAGINA
- Setelah 12-14 hari spons dibiarkan dalam vagina kambing, spons dicabut
dengan cara menariknya secara perlahan untuk mencegah tertinggalnya spons
karena tali terlepas.
- Pergunakan sarung tangan dan penutup hidung saat menarik spons untuk
mengurangi bau cairan vagina.
- Bila perlu, masukkan satu jari ke dalam vagina dan koreklah secara melingkar
untuk mempermudah penarikan dan mendeteksi kemungkinan adanya
penempelan spons vagina pada kulit lapisan luar vagina.
- Kumpulkan spons dalam satu tempat untuk memudahkan membuangnya.
- Ternak kambing akan berahi 2-3 hari setelah pencabutan spons vagina �

Rabu, 05 April 2017

HERBAL UNTUK TERNAK

Cara Tradisional Penanganan Ternak
Menggunakan Bahan Alam & Tumbuhan Herbal

HERBAL & BAHAN ALAM UNTUK TERNAK

A. KEDATANGAN TERNAK
Pemulihan
Bahan : Gula Merah / Gula Pasir / Tetes tebu
Cara Pembuatan : Larutkan ¼ kg Gula Merah / Gula pasir / Tetes dalam 2 Liter air bersih (kalau bisa air matang)
Cara Pemberian : Diminumkan langsung atau disediakan dalam wadah kepada ternak begitu turun dari alat transportasi / masuk ke kandang.

Obat cacing
RESEP I
Bahan : 6 siung Bawang Putih, 10 Biji pepaya kering, garam
Cara Pembuatan : Tumbuk Bawang Putih dan biji pepaya kering kemudian dicampur, diberi sedikit garam
Cara Pemberian : Campuran bahan tersebut diberikan pada ternak dengan cara di cekok menggunakan bambu atau alat cekok lain.

Penambah Nafsu Makan
Bahan : 3 buah Kunyit ukuran kelingking, 1 genggam Akar alang-alang
Cara Pembuatan : Parut Kunyit, ambil air perasannya.
Tumbuk akar alang-alang, ambil air perasannya
Cara Pemberian : Campurkan bahan tersebut dan  diberikan pada ternak dengan cara di cekok menggunakan bambu atau alat cekok lain
Ampas sisa dicampurkan dengan comboran / konsentrat pakan.

B. PERAWATAN KESEHATAN

Diare / Mencret
RESEP I
Bahan : 50 gr Arang tempurung kelapa (bathok kelapa), air matang
Cara Pembuatan : Campur semua bahan dalam 1 wadah.
Cara Pemberian : Diberikan pada ternak dengan cara di cekok menggunakan bambu atau alat cekok lain
RESEP II
Bahan : 6 Siung bawang merah, air matang
Cara Pembuatan : Bakar bawang dalam bara api / abu panas hingga layu, kemudian di tumbuk kasar, tambahkan air secukupnya
Cara Pemberian : Berikan pada ternak dengan cara di cekok

Kembung
RESEP I
Bahan : 2 Genggam Daun Sembukan (Daun Kentut-kentutan), 6 Siung Bawang Merah, Air matang
Cara Pembuatan : Tumbuk kasar daun sembukan
Tumbuk kasar bawang merah
Cara Pemberian : Campurkan 2 bahan tersebut dalam 1 wadah, diberikan dengan cara dicekok.

RESEP II
Bahan : 3 ruas Jahe, 2 ruas lengkuas, 1 batang Sereh (serai / kamijoro)
Cara Pembuatan : Parut Semua bahan dan ambil air perasannya.
Cara Pemberian : Campurkan bahan tersebut dalam 1 wadah dan  diberikan pada ternak dengan cara di cekok menggunakan bambu atau alat cekok lain

RESEP III
Bahan : Minyak goreng
Cara Pembuatan :  -
Cara Pemberian : Minumkan +300 ml minyak goreng pada ternak dengan cara di cekok menggunakan bambu atau alat cekok lain

Luka
RESEP I
Bahan : Kunyit
Cara Pembuatan : Parut Kunyit
Cara Pemberian : Bersihkan luka mengunakan air hangat, Oleskan pada luka baru (jangan di tampolkan / dibebatkan pada luka)
RESEP II
Bahan : Getah Pohon Jarak
Cara Pembuatan : Ambil langsung getah jarak pada daun / pohon
Cara Pemberian : Bersihkan luka menggunakan air hangat, Oleskan pada luka baru tersebut

Sakit Mata
RESEP I
Bahan : Jeruk Nipis
Cara Pemberian : Teteskan Jeruk nipis pada mata yg sakit sehari 1x selama 3 hari berturut-turut.

RESEP II
Bahan : Daun Sirih
Cara Pembuatan : Rendam daun sirih menggunakan air panas dan didiamkan selama 1 malam
Cara Pemberian : Teteskan air rendaman pada mata yg sakit pagi dan sore

RESEP III
Bahan : Teh
Cara Pembuatan : Rendam 4 sendok makan teh dalam 1 gelas air panas dan didiamkan selama 1 malam
Cara Pemberian : Teteskan air rendaman pada mata yg sakit pagi dan sore

Milk Fever Disease / Ndeprok
Bahan : Kapur Tohor (kapur bangunan), air matang
Cara Pembuatan : Masukkan 1 kg kapur tohor dalam 5-8 liter air matang, diendapkan selama 2 malam. Kemudian ambil air hasil rendaman (bukan kapurnya)
Cara Pemberian : Minumkan pada ternak 2x sehari (pagi-sore) secara teratur.

Mastitis
Bahan : Kunyit, Air matang hangat
Cara Pembuatan : Kunyit di parut dan diambil air perasannya, campurkan dengan air matang hangat. Sisihkan ampas sisa perasan
Cara Pemberian : Campuran air dan perasan kunyit digunakan untuk mengompres ambing dan puting. Setelah dikompres dengan larutan kunyit, kemudian puting hanya di kompres / dibersihkan menggunakan air matang hangat saja.
Setelah proses tersebut selesai, puting di coba diperah secara perlahan hingga semua cairan (nanah) keluar. Kompres menggunakan air hangat setelah  pengeluaran nanah. Lakukan secara teratur pagi-sore.
Ampas sisa perasan diberikan pada ternak dengan cara dicampurkan dalam comboran / konsentrat

Perawatan Pusar
Bahan : Daun Sirih, Kunyit, Air matang
Cara Pembuatan : Rendam daun sirih menggunakan air panas ½ gelas dan didiamkan selama 1 malam. Kunyit diambil air perasannya setelah diparut.
Cara Pemberian : Campurkan 2 bahan tersebut dalam 1 wadah, digunakan untuk membersihkan tali pusar setelah dipotong dan untuk membersihkan bagian luar vagina induk yg baru melahirkan.

Gudik / Scabies
Bahan : Belerang, Oli bekas, Kamper (Kapur Barus)
Cara Pembuatan : Belerang dan kamper dihaluskan.
Cara Pemberian : Bersihkan dengan air dan di sikat hingga bersih bagian tubuh yg terkena gudik/scabies, kemudian keringkan dengan lap bersih atau dipanaskan matahari.
Campurkan bahan-bahan tersebut dalam 1 wadah, digunakan untuk mengolesbagian-bagian tubuh yang terkena gudik/scabies.